Desy Clarita Silalahi
Selasa, 16 Februari 2016
Jumat, 20 November 2015
IKTERUS NEONATORUM
IKTERUS NEONATORUM ADALAH
Ikterus neonatorum adalah perubahan warna menjadi kuning yang terjadi pada neonatus atau bayi-bayi yang baru lahir. Perubahan warna ini dapat dilihat pada mata, rongga mulut, dan kulit. Ikterus neonatorum dapat bersifat fisiologisatau normal terjadi pada bayi baru lahir, atau patologis atau yang tidak normal pada bayi baru lahir dan dapat mengancam nyawa. Sekitar 65% dari bayi baru lahir menderita ikterus pada minggu pertama setelah lahir dan sekitar 1% dari bayi baru lahir mengalami ikterus hingga dapat mengancam nyawa atau yang disebut juga sebagai kernikterus.
Pada orang-orang dengan ras Asia ditemukan lebih sering mengalami ikterus neonatorus dengan kadar bilirubin > 12 mg/dL dibandingkan ras kulit putih dan negro. Pada bayi-bayi premature terjadi peningkatan angka kejadian ikterus neonatorum dibandingkan dengan bayi-bayi yang cukup bulan.
Pada orang-orang dengan ras Asia ditemukan lebih sering mengalami ikterus neonatorus dengan kadar bilirubin > 12 mg/dL dibandingkan ras kulit putih dan negro. Pada bayi-bayi premature terjadi peningkatan angka kejadian ikterus neonatorum dibandingkan dengan bayi-bayi yang cukup bulan.
GEJALA
Gejala utama yang dapat dilihat pada bayi adalah perubahan warna menjadi kuning yang dapat dilihat pada mata, rongga mulut, dan kulit. Perubahan ini awalnya mudah tampak dari mata lalu apabila makin berat dapat menjalar hingga ke dada, perut, tangan, paha, hingga ke telapak kaki. Pneting untuk mengetahui kapan awal mula terjadinya kuning pada bayi tersebut karena dapat menentukan apakah ikterus ini bersifat fisiologis atau bersifat patologis. Selain itu, pada bayi dengan ikterus neonatorus fisiologis, bayi tampak sehat dan tidak rewel. Apabila ditemukan kuning disertai dengan anak lesu, malas menetek, dan rewel, perlu dicurigai sebagai ikterus neonatorus patologis dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tanda-tanda terjadinya ikterus neonatorum yang bersifat fisiologis:
- Gejala kuning muncul pertama kali lebih dari 24 jam setelah lahir;
- Kenaikan kabar bilirubin < 5 mg/dL;
- Puncak dari kenaikan kadar bilirubin muncul di hari ke 3-5 dengan kadar bilirubin < 15 mg/dL;
- Gejala kuning yang muncul menghilang dalam waktu 1 minggu untuk bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi yang premature atau kurang bulan.
Apabila kuning yang muncul selain dari kriteria yang ada di atas, maka dimasukkan ke dalam tipe ikterus neonatorum yang bersifat patologis sehingga perlu eveluasi dan pemeriksaan yang lebih lanjut. Pemeriksaan yang dilakukan berguna untuk mengatahui penyebab dari ikterus patologis tersebut, contoh pemeriksaan yang dapat dilakukan :
- Kadar bilirubin serial atau diperiksa berulang-ulang sehingga dapat dipantau kenaikan kada bilirubinnya. Apabila kadar tinggi dapat segera diambil tindakan;
- Golongan darah dan rhesus dari ibu dan bayi. Sering terjadi ikterus karena golongan darah atau rhesus ibu dan bayi tidak sesuai;
- Tes Coomb;
- Hapusan darah tepi untuk mengetahui bentuk dari sel darah merah;
- Pemeriksaan darah lengkap untuk mengevaluasi kemungkinan infeksi.
PENYEBAB
Pada bayi yang baru lahir terjadi perubahan dari sel darah merah atau eritrosit saat di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan. Sel-sel darah merah yang ada di dalam kandungan akan hancur dan digantikan oleh sel darah merah di luar kandungan. Sel darah merah yang hancur tersebut di dalam proses penghancurannya menghasilkan bilirubin indirek. Bilirubin indirek ini agar dapat dibuang dari dalam tubuh memerlukan enzim uridildiphosphoglukoronil transferase (UDPGT). Proses tersebut dilakukan di dalam hati menjadi bilirubin direk lalu masuk ke dalam usus. Di dalam usus, lalu diproses bersama dengan kuman-kuman di dalam usus. Hasil akhirnya lalu dibuang bersama dengan buang air besar (BAB).
Pada bayi-bayi yang baru lahir, terjadi perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan dalam jumlah besar sehingga produksi dari bilirubin indirek menjadi tinggi. Pada bayi baru lahir kemampuan UDPGT di dalam hati untuk dapat mengubah seluruh bilirubin indirek menjadi bilirubin direk belum maksimal. Selain itu, usus bayi baru lahir juga masih bersih belum terdapat kuman-kuman yang dapat mengubah bilirubin direk agar dapat dibuang bersama dengan BAB dan pergerakan atau motilitasnya juga belum maksimal sehingga bilirubin direk tersebut dapat diserap kembali melalui usus dan masuk ke dalam hati lagi.
Kadar bilirubin indirek yang tinggi dapat berbahaya karena bilirubin tersebut dapat masuk dan menembus sawar otak sehingga menimbulkan kernikterus dan mengancam nyawa.
Selain karena proses normal dari perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan, ikterus neonatorum dapat bersifat patologis karena disebabkan oleh:
Pada bayi-bayi yang baru lahir, terjadi perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan dalam jumlah besar sehingga produksi dari bilirubin indirek menjadi tinggi. Pada bayi baru lahir kemampuan UDPGT di dalam hati untuk dapat mengubah seluruh bilirubin indirek menjadi bilirubin direk belum maksimal. Selain itu, usus bayi baru lahir juga masih bersih belum terdapat kuman-kuman yang dapat mengubah bilirubin direk agar dapat dibuang bersama dengan BAB dan pergerakan atau motilitasnya juga belum maksimal sehingga bilirubin direk tersebut dapat diserap kembali melalui usus dan masuk ke dalam hati lagi.
Kadar bilirubin indirek yang tinggi dapat berbahaya karena bilirubin tersebut dapat masuk dan menembus sawar otak sehingga menimbulkan kernikterus dan mengancam nyawa.
Selain karena proses normal dari perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan, ikterus neonatorum dapat bersifat patologis karena disebabkan oleh:
- Inkompatibilitas golongan darah, inkompatibilitas rhesus. Hal ini terjadi apabila terjadi perbedaan antara golongan dara ibu dengan golongan darah atau rhesus bayi sehingga terjadi pernghancuran dari sel darah merah bayi;
- Bentuk dari sel darah merah yang tidak normal sehingga mudah pecah atau hancur;
- Gangguan enzim di dalam sel darah merah, contohnya G6PD;
- Lebam yang luas di kepala karena proses persalinan yang lama dan penggunaan vakum untuk membantu persalinan;
- Infeksi yang berat;
- Sumbatan di saluran pencernaan.
Selain itu, ikterus juga dapat disebabkan oleh:
- Kurangnya asupan dari ASI pada awal-awal proses menyusui karena produksi yang masih rendah sehingga terjadi peningkatan penyerapan bilirubin direk di dalam usus;
- Pada bayi-bayi yang diberi ASI terjadi peningkatan penyerapan bilirubin direk di dalam usus karena kandungan yang terdapat di ASI. Apabila bayi tampak sehat, berat badan bertambah, dan tidak terdapat tanda-tanda adanya gangguan lain maka pemberian ASI dapat diteruskan dan tidak berbahaya.
PENGOBATAN
Pada bayi-bayi yang mengalami ikteris neonatorum fisiologis dapat dijemur di bawah sinar matahari pagi antara 7-9 pagi selama 15 menit. Sinar matahari mengandung sinar biru-hijau yang dapat mengubah bilirubin indirek menjadi bilirubin yang lebih mudah dibuang. Selain itu, matahari pagi berguna sebagai sumber vitamin D.
Pada bayi-bayi yang kadar bilirubin indireknya tinggi dan bersifat patologis dapat dilakukan fototerapi dengan menggunakan sinar berwarna biru - hijau. Sinar yang berwarna biru - hijau dapat mengubah dari bilirubin indirek agar menjadi bentuk bilirubin yang lebih mudah buang hingga keluar dari dalam tubuh dan tidak berbahaya. Pada bayi-bayi dengan faktor resiko tinggi terjadinya ikterus neonatorum deteksi dini perlu dilakukan dan fototerapi dilakukan lebih dini. Pada bayi-bayi peningkatan kadar bilirubin indirek yang tetap tinggi walaupun telah dilakukan foto terapi, dapat dilakukan tranfusi tukar agar kadar bilirubin dapat menurun.
Apabila ikterus neonatorum patologis tidak diterapi dengan adekuat dapat menyebabkan terjadinya kernikterus. Bilirubin indirek dapat menembus sawar otak atau lapisan otak sehingga dapat merusak dari sel-sel saraf terutama yang di otak karena jumlahnya banyak. Kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen dan dapat menyebabkan kecacatan.
Pada bayi-bayi yang kadar bilirubin indireknya tinggi dan bersifat patologis dapat dilakukan fototerapi dengan menggunakan sinar berwarna biru - hijau. Sinar yang berwarna biru - hijau dapat mengubah dari bilirubin indirek agar menjadi bentuk bilirubin yang lebih mudah buang hingga keluar dari dalam tubuh dan tidak berbahaya. Pada bayi-bayi dengan faktor resiko tinggi terjadinya ikterus neonatorum deteksi dini perlu dilakukan dan fototerapi dilakukan lebih dini. Pada bayi-bayi peningkatan kadar bilirubin indirek yang tetap tinggi walaupun telah dilakukan foto terapi, dapat dilakukan tranfusi tukar agar kadar bilirubin dapat menurun.
Apabila ikterus neonatorum patologis tidak diterapi dengan adekuat dapat menyebabkan terjadinya kernikterus. Bilirubin indirek dapat menembus sawar otak atau lapisan otak sehingga dapat merusak dari sel-sel saraf terutama yang di otak karena jumlahnya banyak. Kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen dan dapat menyebabkan kecacatan.
KEHAMILAN EKTOPIK
Kehamilan berawal dari sel telur yang telah dibuahi. Dalam proses normal, janin akan menempel pada dinding rahim dan berkembang selama sembilan bulan. Namun ada sekitar dua persen sel telur yang telah dibuahi menempel pada organ selain rahim sehingga disebut kehamilan ektopik. Tuba falopi merupakan organ yang paling sering ditempeli sel telur tersebut. Sementara organ lain yang mungkin menjadi lokasi berkembangnya kehamilan ektopik meliputi rongga perut, ovarium, serta leher rahim atau serviks.
Salah satu penyebab kehamilan ektopik yang paling umum terjadi adalah kerusakan tuba falopi, misalnya karena inflamasi. Kerusakan ini akan menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk masuk ke rahim sehingga akhirnya menempel dalam tuba falopi itu sendiri atau organ lain. Di samping itu, kadar hormon yang tidak seimbang atau perkembangan abnormal semasa wanita sedang dalam kandungan juga terkadang dapat berperan sebagai pemicu.
Salah satu penyebab kehamilan ektopik yang paling umum terjadi adalah kerusakan tuba falopi, misalnya karena inflamasi. Kerusakan ini akan menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk masuk ke rahim sehingga akhirnya menempel dalam tuba falopi itu sendiri atau organ lain. Di samping itu, kadar hormon yang tidak seimbang atau perkembangan abnormal semasa wanita sedang dalam kandungan juga terkadang dapat berperan sebagai pemicu.
Faktor Risiko Kehamilan Ektopik
Penyebab pasti dari tiap kehamilan ektopik terkadang sulit diketahui. Tetapi terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat memicu kondisi ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:
- Alat kontrasepsi. Penggunaan alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) diduga sebagai faktor pemicu utama sehubungan dengan kehamilan ektopik.
- Pernah mengalami kehamilan ektopik. Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko 15-20 persen lebih tinggi untuk kembali mengalaminya.
- Infeksi atau inflamasi. Wanita yang pernah mengidap inflamasi tuba falopi atau penyakit radang panggul akibat penyakit seksual menular, seperti gonore atau chlamydia (klamidia), memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik.
- Masalah kesuburan. Pengobatan untuk masalah kesuburan terkadang dapat memicu kehamilan ektopik.
- Proses sterilisasi dan sebaliknya. Prosedur pengikatan tuba atau pembukaan ikatan tuba yang kurang sempurna juga berisiko memicu kehamilan ektopik.
Gejala Kehamilan Ektopik
Pada awalnya, kehamilan ektopik cenderung tanpa gejala atau memiliki tanda yang mirip dengan kehamilan biasa sebelum akhirnya muncul gejala lain yang mengindikasikan kehamilan ektopik. Di antaranya adalah:
- Sakit perut.
- Nyeri pada tulang panggul.
- Menstruasi berhenti.
- Pendarahan ringan dari vagina.
- Pusing atau lemas.
- Mual dan muntah.
- Nyeri pada bahu.
- Rasa sakit atau tekanan pada rektum saat buang air besar.
- Jika tuba falopi sobek, akan terjadi pendarahan hebat yang mungkin memicu hilangnya kesadaran.
Kehamilan ektopik termasuk kondisi medis yang membutuhkan penanganan darurat. Karena itu, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala seperti di atas.
Diagnosis Kehamilan Ektopik
Selain menanyakan kondisi kesehatan secara umum, dokter akan mengadakan pemeriksaan fisik pada rongga panggul. Tetapi kehamilan ektopik tidak bisa dipastikan hanya melalui pemeriksaan fisik. Dokter juga membutuhkan USG atau tes darah.
Metode USG yang paling akurat untuk mendeteksi kehamilan ektopik adalah USG transvaginal. Prosedur ini akan mengonfirmasi lokasi kehamilan ektopik sekaligus detak jantung janin.
Jika lokasi kehamilan ektopik tidak dapat diketahui melalui USG dan kondisi Anda stabil, dokter akan menganjurkan tes darah untuk konfirmasi. Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan hormon hCG (Human chorionic gonadotropin). Hormon ini diproduksi plasenta selama awal kehamilan.
Metode USG yang paling akurat untuk mendeteksi kehamilan ektopik adalah USG transvaginal. Prosedur ini akan mengonfirmasi lokasi kehamilan ektopik sekaligus detak jantung janin.
Jika lokasi kehamilan ektopik tidak dapat diketahui melalui USG dan kondisi Anda stabil, dokter akan menganjurkan tes darah untuk konfirmasi. Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan hormon hCG (Human chorionic gonadotropin). Hormon ini diproduksi plasenta selama awal kehamilan.
Langkah Penanganan Kehamilan Ektopik
Sel telur yang telah dibuahi tidak akan bisa tumbuh dengan normal jika tidak di dalam rahim. Karena itu, jaringan ektopik harus diangkat untuk menghindari komplikasi yang dapat berakibat fatal.
Wanita yang dicurigai mengalami kehamilan ektopik segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan secepatnya. Kehamilan ektopik yang terdeteksi secara dini tanpa rasa nyeri yang signifikan dan tidak ada janin yang berkembang secara normal dalam rahim umumnya ditangani dengan suntikan methotrexate. Obat ini akan menghentikan pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel yang sudah terbentuk.
Dokter akan memantau kadar hCG pasien setelah menerima suntikan. Jika kadar hCG dalam darah pasien tetap tinggi, hal ini biasanya mengindikasikan bahwa pasien membutuhkan suntikan methotrexate lagi. Potensi efek samping obat ini meliputi mual, muntah, serta gangguan hati.
Kehamilan ektopik juga dapat ditangani dengan operasi. Prosedur ini biasanya dilakukan melalui operasi lubang kunci atau laparoskopi. Tuba falopi yang ditumbuhi jaringan ektopik akan diperbaiki jika memungkinkan.
Diagnosis dan hasil tes yang tepat tentunya sangat membantu. Diperkirakan lebih dari 80 persen wanita yang didiagnosis mengalami kehamilan ektopik dapat pulih dengan terapi obat dan/atau prosedur laparoskopi tanpa pengangkatan tuba falopi.
Wanita yang dicurigai mengalami kehamilan ektopik segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan secepatnya. Kehamilan ektopik yang terdeteksi secara dini tanpa rasa nyeri yang signifikan dan tidak ada janin yang berkembang secara normal dalam rahim umumnya ditangani dengan suntikan methotrexate. Obat ini akan menghentikan pertumbuhan sekaligus menghancurkan sel-sel yang sudah terbentuk.
Dokter akan memantau kadar hCG pasien setelah menerima suntikan. Jika kadar hCG dalam darah pasien tetap tinggi, hal ini biasanya mengindikasikan bahwa pasien membutuhkan suntikan methotrexate lagi. Potensi efek samping obat ini meliputi mual, muntah, serta gangguan hati.
Kehamilan ektopik juga dapat ditangani dengan operasi. Prosedur ini biasanya dilakukan melalui operasi lubang kunci atau laparoskopi. Tuba falopi yang ditumbuhi jaringan ektopik akan diperbaiki jika memungkinkan.
Diagnosis dan hasil tes yang tepat tentunya sangat membantu. Diperkirakan lebih dari 80 persen wanita yang didiagnosis mengalami kehamilan ektopik dapat pulih dengan terapi obat dan/atau prosedur laparoskopi tanpa pengangkatan tuba falopi.
Komplikasi Kehamilan Ektopik
Diagnosis yang tidak tepat dan penanganan yang terlambat untuk kehamilan ektopik dapat memicu pendarahan hebat dan bahkan kematian akibat sobeknya tuba falopi atau rahim. Jika mengalami komplikasi ini, pasien harus menjalani operasi darurat melalui bedah terbuka. Tuba falopi kemungkinan dapat diperbaiki, tapi umumnya harus diangkat.
Penanganan dengan operasi pun memiliki risiko tersendiri, seperti pendarahan, infeksi, serta kerusakan pada organ-organ di sekitar bagian yang dioperasi.
Kehamilan ektopik tidak bisa dicegah sepenuhnya. Tetapi Anda tetap dapat menurunkan kemungkinannya dengan menghindari atau mengurangi faktor risiko tertentu. Misalnya, melakukan pemeriksaan dengan tes darah dan USG sebagai pendeteksian awal atau memantau perkembangan kehamilan, khususnya wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik.
Penanganan dengan operasi pun memiliki risiko tersendiri, seperti pendarahan, infeksi, serta kerusakan pada organ-organ di sekitar bagian yang dioperasi.
Kehamilan ektopik tidak bisa dicegah sepenuhnya. Tetapi Anda tetap dapat menurunkan kemungkinannya dengan menghindari atau mengurangi faktor risiko tertentu. Misalnya, melakukan pemeriksaan dengan tes darah dan USG sebagai pendeteksian awal atau memantau perkembangan kehamilan, khususnya wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik.
KEPUTIHAN
Keputihan atau Flour Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita dan merupakan permasalahan klasik pada kebanyakan kaum wanita.
Jenis keputihan pada dasarnya ada dua jenis yaitu :
- keputihan normal (fisiologis)
- keputihan abnormal (patologis)
Keputihan Normal ( Fisiologis )
keputihan fisiologis biasa terjadi setiap bulannya, biasanya muncul saat masa subur serta menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi. pada saat kondisi tersebut biasanya terdapat lendir yang berlebih, itu merupakan hal yang normal dan tidak menyebabkan rasa gatal ataupun bau tak sedap. Pada wanita Hamil keputihan fisiologis tidak berpengaruh terhadap janin secara langsung, sebab adanya selaput ketuban yang dapat melindungi janin.
Adapun Ciri-ciri Keputihan Normal (Fisiologis) adalah sebagai berikut :
- Cairan keputihan yang keluar encer
- Cairan yang keluar berwarna bening atau krem
- Cairan yang keluar tidak menyebabkan gatal dan tidak berbau
- Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit.
Keputihan Abnormal ( Patologis )
Keputihan jenis Patologis disebut juga seebagai keputihan tidak normal, keputihan jenis ini termasuk dalam jenis penyakit. Keputihan patologis bisa disebabkan oleh infeksi, yang biasa disertai rasa gatal-gatal di dalam maupun disekitar bibir vagina bagian luar. keputihan ini timbul akibat adanya baktei,virus dan jamur. Hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan.
Infeksi ini bisa menjalar dan mengakibatkan peradangan pada saluran kencing, sehingga si penderita merasakan pedih saat buang air kecil. Keputihan patologis akibat adanya infeksi juga bisa meningkatkan resiko bayi lahir prematur pada wanita yang sedang hamil dan sang bayi pun bisa terkena infeksi. Pada bayi yang terkena infeksi virus bisa beresiko mengalami gangguan pencernaan dan pernafasan yang bisa berujung kematian apa bayi. dan pada bayi yang terkena infeksi karena Bakteri bisa berakibat kebutaan pada bayi.
Adapun Ciri-ciri keputihan Abnormal ( Patologis ) adalah sebagai berikut :
- Cairan keputihan yang keluar bersifat kental
- Cairan yang keluar berwarna putih susu atau kuning, bisa juga berwarna hijau
- Cairan yang keluar menyebabkan gatal dan menimbulkan bau tak sedap
- Cairan yang keluar biasanya menyisakan bercak-bercak yang terlihat pada celana dalam wanita
- Jumlah cairan yang keluar banyak.
Penyebab Keputihan Pada Wanita
Seorang wanita mengalami keputihan biasanya di sebabkan olah hal-hal sebagai berikut :
- Ketidakseimbangan hormon
- Gejala suatu penyakit tertentu
- Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman pH sekitar vagina
- Sering memakai tissue pada waktu membasuh vagina, sehabis buang air kecil atau buang air besar
- Memakai pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat, sehingga menyebabkan timbulnya jamur
- Sering menggunakan WC umum yang kotor
- Tidak mengganti pantyliner
- Membasuh atau membilas vagina dengan arah yang salah, yaitu dari anus ke arah depan vagina
- Sering bertukar celana dalam atau handuk dengan orang lain
- Kurang menjaga kebersihan vagina
- Stess atau kelelahan
- Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
- Pola hidup tidak sehat, makan tidak teratur, kurang olah raga dan kurang tidur
- Lingkungan sanitasi yang kotor
- Sering berendam dengan air hangat, kondisi hangat akan lebih mungkin tumbuhnya jamur
- sering berganti-ganti pasangan seks
- Kadar gula darah tinggi
Kebersihan daerah kewanitan seharusnya dijaga dengan baik, jika tidak bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah keputihan. meningkatnya kelembaban vagina akan membuat penyebab infeksi berupa bakteri patogen akan sangat mudah untuk menyebar.
Semua organ tubuh kinerjanya dipengaruhi dan dikontrol oleh otak, maka dalam kondisi stress dapat menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan hormon-hormon dalam tubuh dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya keputihan.
Keputihan juga bisa disebabkan oleh Jamur, Parasit, Bakteri dan Virus
Jamur Monilia atau Candidas
Keputihan yang disebabkan jamur monilia atau candidas memiliki ciri warna putih seperti susu, kental, berbau tak sedap dan dan menyebabkan rasa gatal-gatal di sekitar vagina. hal ini dapat menimbulkan radang dan kemerahan pada vagina. ini bisa juga dipicu adanya penyakit kencing manis, penggunaan pilKB ,atau daya tahan tubuh yang rendah.
Parasit Trichomonas Vaginalis
Keputihan yang terjadi dan ditularkan melalui hubungan seks, bibis kloset atau oleh perlengkapan mandi. keputihan ini memiliki ciri-ciri cairan yang keluar sangat kental, berwarna kuning atau hijau, berbuih dan berbau anyir. Keputihan yang disebabkan parasit tidak menimbulkan gatal tetapi jika vagina di tekan ,tersa sakit.
Bakteri Gardnella
Keputihan yang disebabkan infeksi bakteri memiliki ciri-ciri warna keabuan, agak encer, berbau amis, berbuih dan menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu.
Virus
Keputihan jenis ini terjadi akibat penyakit kelamin, seperti HIV/AIDS, herpes dan conyloma. timbulnya kutil-kutil yang banyak diikuti oleh cairan berbau bertanda adanya Virus Condyloma. Virus yang ditimbulkan karena hubungan Seks adalah virus Herpes, dengan ciri-ciri luka yang melempuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan timbul rasa gatal.
Cara Mencegah Keputihan Pada Wanita
Beberapa cara yang dapat membantu mencegah terjadinya keputihan :
- Selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan anda.
- bersihkan vagina dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebabkan gangguan pH pada daerah vagina anda
- Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan agar vagina harum dan kering, bedak yang terselip susah utuk di bersihkan ,hal ini dapat memicu datangnya jamur.
- Keringkanlah selalu vagina anda setelah mandi, basuh atai cucilah vagina sebelum berpakaian\
- Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan untuk selalu membawa cadangan untuk berjaga-jaga bila anda perlu ganti celana dalam
- Gunakan celana luar yang berpori-pori cukup
- Jangan terlalu sering memakai celana luar yang ketat karena dapat mengganggu sirkulasi udara disekitar vagina
- Gunakan celana dalam yang berbahan katun, karena bahan katun mudah menyerap keringat
- Pada saat menstruasi ,sering-seringlah, mengganti pembalut
- Menggunakan pantyliner di saat perlu saja, jangan digunakan terlalu lama
- Hindari Stress
- Kurangi kegiatan yang membuat anda letih dan kelelahan
- Segera mandi danbersihkan tubuh anda khususnya daerah kewanitaan, setelah beraktivitas diluar ruangan dan berkeringat
- Pakailah Crystal X untuk menjaga dan merawat organ kewanitaan anda.
MANFAAT BUAH PINANG
1. Mencegah pegeluaran darah Berliner
Buah pinang muda dapat anda gunakan sebagai obat dalam mengatasi masalah keluar darah berlebih pada luka seperti mimisan, koreng, bisul, kudis, mencret dan juga diare. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi air rebusan buah pinang secara teratur.
3. Dapat mengecilkan rahim
Ambil 2 biji buah pinang muda lalu memarkan, kemudian rebus dengan menggunakan 2 gelas air sampai mendidih dan hanya tersisa 1 gelas saja. Sebelum di minum, tambahkan 1 sendok makan madu lalu aduk rata. Minum secara rutin 1 kali sehari.
Buah pinang muda dapat anda gunakan sebagai obat dalam mengatasi masalah keluar darah berlebih pada luka seperti mimisan, koreng, bisul, kudis, mencret dan juga diare. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi air rebusan buah pinang secara teratur.
2. Mengobati sakit pinggang
Daun buah pinang juga sangat bermanfaat untuk mengobati sakit pinggang, caranya yaitu : Siapkan beberapa lembar daun pinang, lalu tumbuk kasar lalu hangatkan. Setelah itu, daun pinang yang telah di tumbuk dikompreskan pada pinggang yang sakit. Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur setiap malam sebelum tidur.
3. Dapat mengecilkan rahim
Sejak dulu biji buah pinang muda sering dijadikan sebagai obat yang sangat berkhasiat untuk membantu mengecilkan rahim setelah melahirkan.
Lakukan cara seperti cara untuk mengobati difteri diatas secara rutin setiap hari sampai badan kembali pulih.
4. Mengobati mata rabun
Lakukan cara seperti cara untuk mengobati difteri diatas secara rutin setiap hari sampai badan kembali pulih.
4. Mengobati mata rabun
Ambil 1 biji buah pinang yang masih muda, lalu kunyah dan hisap saja airnya, cara ini sangat efektif dalam mengobati mata rabun.
5. Meningkatkan gairah seksual
5. Meningkatkan gairah seksual
Bagi para kaum pria yang merasa kurang bergairah lagi berhubungan seks dengan pasangan anda, maka tidak ada salahnya jika anda mencoba mengkonsumsi buah pinang muda untuk mendongkrak gairah seksual anda.
Ambil sati biji buah piang yang masih muda dan belum terlalu keras, lalu potong kecil-kecil kemudian kunyah dan telan. Cara lainnya untuk meningkatkan gairah sekual yaitu, anda dapat meminum air rebusan buah pinang.2 jam sebelum melakukan hubungan seksual.
Ambil sati biji buah piang yang masih muda dan belum terlalu keras, lalu potong kecil-kecil kemudian kunyah dan telan. Cara lainnya untuk meningkatkan gairah sekual yaitu, anda dapat meminum air rebusan buah pinang.2 jam sebelum melakukan hubungan seksual.
6.Mengobati difteri
Ambil 2 biji buah pinang muda lalu memarkan, kemudian rebus dengan menggunakan 2 gelas air sampai mendidih dan hanya tersisa 1 gelas saja. Sebelum di minum, tambahkan 1 sendok makan madu lalu aduk rata. Minum secara rutin 1 kali sehari.
7. Menguatkan gigi dan gusi
Siapkan 2 biji buah pinang yang masih muda, lalu iris dan kunyah. Cara ini sudah terbukti khasiatnya dalam menguatkan gigi dan gusi sejak jaman dulu, maka tak heran jika orang-orang pada jaman dulu memiliki gigi yang sehat dan kuat.
8. Mengobati cacingan
Siapkan ¼ biji buah pinang, 1 cm rimpang temulawak, 1cm rimpang kunyit. Setelah itu rebus semua bahan tersebut dengan menambahkan 1 gelas air dan rebus sampai mendidih, kemudian air rebusan di saring dan di buang ampasnya, lalu minum air rebusan nya.
9. Mengobati luka pada kulit
Tumbuk hingga halus buah pinang yang masih muda, lalu tempelkan pada bagian tubuh yang terluka. Diamkan sampai mongering, setelah itu bersihkan dan ganti lagi dengan yang baru. Lakukan pengobatan ini setiap hari sampai luka sembuh.
Langganan:
Postingan (Atom)